Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Kaitan antara ayam goreng tepung dan pernikahan.

Biar lebih jelas, ayam goreng tepung bumbu Sasa yang spicy (red:pedas). Awalnya aku makan dengan sangat bergairah, karena aku pecinta ayam goreng tepung salah satu restoran cepat saji dari Amerika. Namun, semakin ke sini aku tidak hanya melihatnya sebagai potongan daging yang renyah. Tapi mencoba menyingkap apa yang tersembunyi di balik kulit yang gurih itu. Di minggu-minggu pertama pernikahanku, aku memilih ayam goreng bumbu menjadi pengganjal perut yang keroncongan. Pergi berbelanja kemanapun, mulai dari toko kelontong, indomaret, sampai dengan hypermaket, aku akan tetap meluncur ke rak tepung bumbu Sasa. Ditambah fakta kalau aku tidak hanya menjalin pertemanan dengan tepung ayam goreng itu saja. Tapi aku juga sudah mulai pedekate dengan tepung goreng bakwan, tempe, bumbu ayam goreng, bumbu nasi goreng, bumbu kentang goreng, bumbu sop ayam, dan bumbu soto ayam. Sungguh aku tidak perlu mendefinisikan pertemanan baru ini kan? Bagaimana peran makanan dalam pernikahan? Aku tidak tahu pas