Langsung ke konten utama

Hemat Kuota Bukan Jalan Ninja Saya, by.U Solusinya!

Di zaman ini, segalanya butuh internet. Mulai dari mengikuti kegiatan belajar di kampus, rapat dan menyelesaikan pekerjaan dari kantor, pesan makanan, belanja keperluan bulanan, sampai dengan berkomunikasi dengan kekasih dan keluarga. Sadar atau tidak sadar, internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Memotong biaya untuk kuota internet berarti mengganggu produktivitas kita untuk menjalankan aktivitas. Terlebih di masa pandemi ini.

Kalau kamu tidak asing dengan ungkapan "harta, tahta, dan kuota", kamu harus membiasakan diri dengan moto yang satu ini #SemuanyaSemaunya.

Moto keren ini milik by.U, provider digital pertama dari Telkomsel yang ada di Indonesia. Kamu bebas memilih nomor ponsel dan paket internet dengan harga yang terjangkau. Jangan bilang kamu baru tahu produk ini sekarang!

Untuk menunjang produktivitas dan mobilitas, saya menggunakan by.U karena selain pilihan topping yang beragam, harganya murah, dan konektivitas internetnya tidak perlu diragukan. Apalagi kita bisa membelinya via digital saja dan bahkan diantar ke rumah! Praktis banget kan?

Saya sudah menggunakan by.U semenjak pemerintah mengumumkan untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Dari PSBB sampai New Normal. Dari Maret hingga saat ini. Rasanya belum ada provider digital yang bisa menyaingi by.U di hati saya!

Fitur Internet #SemuanyaSemaunya dari by.U

Biasanya saya memilih paket data Yang Bikin YaQueen 23 GB dengan harga Rp 100.000 saja untuk penggunaan selama satu bulan. Kalau di akhir pekan, saya membeli tambahan toping YouTube seharian karena masih khawatir berada dalam keramaian di ruang publik. Dan yang tidak kalah penting, saya juga membeli kuota telepon sesama by.U seharga Rp. 1000 yang masa berlakunya sampai 30 hari. Kebetulan saya dan mas pacar sedang menjalani hubungan jarak jauh, jadi kami memanfaatkan kuota telepon selama 43.2000 menit ini! Bayangkan kuota nge-bucin (budak cinta) pun diakomodasi by.U!

Nah, maksud dari fitur Build Your Own Plan (BYOP) adalah kamu bebas #SemuanyaSemaunya dalam memilih topping yang kamu butuhkan! Untuk harga masing-masing paket, kamu bisa klik link ini ya. Mulai dari Rp 4.000 aja loh!

Selain itu, kalau memang kamu butuh pilihan internet dengan kecepatan penuh dan kuota tidak terbatas, kamu wajib membeli paket 1 Mbps dan 1.5 Mbps. Ada pilihan masa aktif mulai dari 1 hari, 7 hari, dan sampai dengan 30 hari. Kamu bisa streaming video di YouTube mulai dari resolusi 360p sampai resolusi 1080p dengan performa kecepatan yang menakjubkan.

Dengan dua pilihan kuota gokil ini, kamu bisa berselancar di internet tanpa gangguan sedikitpun. Sebel banget kan kalau lagi browsing ngerjain tugas atau pekerjaan terus internet tiba-tiba internet buffering.

by.U Hadir Dengan 1001 Kelebihan.

Pemain baru bukan alasan bagi by.U untuk tidak memberikan pelayanan dengan totalitas. by.U hadir sebagai solusi dari keresahan kita semua yang selama ini tidak ingin kuota internet dibagi-bagi pilihan waktu penggunaannya dan alokasi kuotanya. Selain itu ada banyak pilihan topping yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, registrasinya mudah, kecepatan internetnya tidak mengecewakan, dan yang terpenting harganya tidak membuat kantong bolong.

Internet bagaikan oksigen dalam aliran darah, benar-benar sekrusial itu. Jadi memang memilih provider yang tepat adalah jawabannya. Untuk internet jangan coba-coba deh! Bisa-bisa ambyar kalau salah pilih.


 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami