Langsung ke konten utama

Ekspresikan Dirimu Dengan Berani Kepada Dunia Dengan Tiga Langkah Ini

"Hey, Kawula Muda! Tampil Bebas dan Modern Dengan Asus VivoBook S14 S433 Yuk!"

Apakah menjadi diri sendiri adalah hal yang mudah untuk dilakukan? Nyatanya, hal tersebut tidak pernah sesederhana itu untuk kita para manusia yang tidak pernah puas.
Menjadi diri sendiri adalah tanda kamu mengenal siapa diri kamu sebenarnya, mengoptimalkan potensi yang kamu miliki, serta menemukan dan bertahan dalam mencari makna kehidupan.
Dalam memandang menjadi diri sendiri, sebaiknya tidak menggunakan kacamata membandingkan diri dengan orang lain yang ujungnya hanya akan membuatmu terperosok ke dalam rasa rendah diri yang abadi. Tapi, gunakan kacamata ajaib yang bisa menerawang ke dalam dirimu, ke masa lalu, dan ke masa depan. Kacamata yang bisa memandang bahwa hal terbaik dan teristimewa dalam hidup hanya akan kamu dapatkan ketika kamu menjadi diri sendiri.
Apakah mengikuti jejak perjalanan orang lain adalah hal yang salah?
Tentu tidak. Kenyataanya tidak ada hal yang baru di dunia ini. Perjalanan sukses orang lain seringkali disalin dan diterapkan pada orang-orang yang mendengar, membaca, melihat, dan menyaksikan kisah-kisah perjuangannya.
Namun, yang sering luput adalah menyadari kalau setiap perjalanan individu yang ada di muka bumi ini sangat unik. Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, nilai kehidupan yang dianut secara berbeda, pendidikan berbeda, kebiasaan berbeda, pandangan terhadap sesuatu yang berbeda. Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan hal baik yang dimiliki orang lain akan menghampiri kita juga dengan cara yang sama? Apakah itu masuk akal?
Bagaimana cara berani menjadi diri sendiri? Ada tiga jawabannya, simak yuk!
Langkah pertama, kamu wajib mengenali siapa diri kamu sendiri terlebih dahulu.
Who am I?
Seberapa sering kamu bertanya tiga kalimat ini dengan dirimu sendiri? Pertanyaan yang jawabannya tidak sebatas siapa nama yang tertera di dalam kartu identitas. Berapa usiamu, atau apa warna rambut dan matamu.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus mengetahui apa kelebihanmu, apa kelemahanmu, bagaimana metode belajarmu, dan bagaimana caramu berinteraksi dengan orang lain di sekitarmu.
Di sinilah banyak orang menyadari bahwa perjalanan paling jauh adalah perjalanan mengenal diri sendiri.
Dengan mengenal diri sendiri, kamu akan diantarkan untuk mengetahui nilai-nilai yang kamu anut dan menjadi pedoman.
Mengetahui siapa dirimu artinya kamu mencintai dirimu sendiri. Mulai habiskan waktu lebih banyak dengan dirimu sendiri, mendengar apa yang hatimu katakan, berbicara lembut kepada dirimu sendiri sesering mungkin. Ini bukan hal yang tidak rasionalan, melainkan sebuah cara yang baik untuk menerima siapa dirimu, menyadari kelebihan dan kekuranganmu.
Langkah kedua, mengetahui apa tujuanmu hidup di dunia.
Tentu, kamu familiar dengan ungkapan yang satu ini, "bila hidup sekedar hidup babi hutan pun hidup." Masalahnya, apakah kamu makhluk yang diberi akal ingin disamakan dengan hewan yang tidak diberi kodrat untuk berpikir?
Cara terbaik untuk mengetahui tujuanmu adalah menemukan IKIGAI.
"Only staying active will make you want to live a hundred years"
IKIGAI akan mengantarkanmu ke sebuah jawaban dari pertanyaan sederhana, "tujuanmu berada di muka bumi ini." Tentu, bukan untuk menjadi babi hutan, bukan?
IKIGAI secara sederhana diartikan sebagai alasan mengapa kamu ingin bangun pagi di setiap hari. Semua manusia tentu memiliki IKIGAI, namun hanya saja belum semua dari kita yang berhasil menemukannya.
Rumus untuk menemukan IKIGAI, yaitu:
  • What you love + what you are good at = Passion
  • What you love + what the world needs = Mission
  • What you are good at + what you can be paid for = Profession
  • What you can be paid for + what the world needs = Vocation
  • Passion + mission + profession + vocation = IKIGAI
Diri kita sendirilah yang menemukan IKIGAI. Bukan orang lain. Temukan sesuatu yang membuat dirimu merasa tertantang untuk menyelesaikannya, menghasilkan kesempatan-kesempatan besar untuk menikmati hidup dan bermanfaat bagi orang disekitar kita.
Bagaimana caramu ingin dikenang setelah tiada? Jawab pertanyaan ini di dalam diri sendiri.
There is no magic recipe for finding happiness, for living according to your IKIGAI. But, one key ingredient is the ability to reach this state of flow, and through these states, to have an "optimal experience".
Semua orang memiliki waktunya masing-masing. Setelah kamu mendefinisikan apa tujuan hidupmu secara realistis, lanjutkanlah dengan cara bertahan. Menemukan saja tidak cukup loh. 
Hadapilah semua kesulitan yang menghadang, ingat lagi apa tujuan akhirnya, Mereka yang berhasil kamu lihat hari ini di layar adalah mereka yang berhasil menaklukan diri sendiri dan mengoptimalkan kemampuan dan kompetensi sebagai bentuk rasa syukur.
Untuk menemukan IKIGAI, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan.
1. Pilih tantangan paling sulit yang kamu yakin bisa diatasi dengan baik.
Melakukan hal yang mudah tentu tidak memancing rasa penasaranmu lebih dalam, tetapi melakukan hal yang sulit tentu akan membuatmu frustasi. Jadi solusinya adalah memilih tantangan yang terukur dan bisa kamu selesaikan. Bisa berupa tantangan yang ada di level pertengahan, tantangan yang membuatmu keluar dari zona nyamanmu.
2. Miliki misi yang jelas dan konkrit mengapa kamu memulai langkah tersebut.
Sebelum kamu memulai tantangan, coba kamu tanyakan kepada dirimu, apakah hal itu akan menambah value? Apakah ini adalah hal yang produktif untuk dilakukan sepanjang hari? Apakah dengan melakukan hal ini akan membantumu mencapai impian yang ingin kamu raih?
Setelah itu mulai dengan langkah kecil, mulai dengan satu huruf, mulai dengan bergerak saat itu juga.
3. Fokus dan konsentrasi terhadap hal yang kamu kerjakan.
Ada banyak distraksi yang mengganggu di tengah perjalanan ketika mencari tujuan hidup. Tapi teruslah berjalan, yakinkan dirimu bahwa satu hal baik hari ini yang dilakukan akan dipetik buahnya kelak di masa depan.
Berpikir fokus akan membuatmu mengabaikan gangguan yang ujungnya malah melupakan misi utamamu.
Hiduplah untuk hari ini, bukan masa depan. Lepaskan diri dari kekhawatiran, kecemasan, dna hal-hal yang tidak bisa dikontrol.
Pecahkan impian akhirmu ke dalam goal-goal kecil. Tanyakan selalu, "what do the activities that drive you to flow have in common?"
Langkah ketiga, mengoptimalkan kemampuanmu dengan ASUS VivoBook S14 S433.
Setelah mengenal diri sendiri, dan menemukan IKIGAI, yang terakhir adalah berani berekspresi dengan berbagai cara untuk mengoptimalkan kemampuan yang kamu miliki dengan ASUS VivoBook S14 S433.
Mengapa harus Asus ViVoBook S433?
1. Melambangkan kebebasan untuk mengaktualisasikan diri melalui pilihan warna yang beragam!


Generasi Z dikenal sebagai generasi yang ekspresif, kreatif, dan inovatif. Mereka adalah generasi yang selalu memiliki ide-ide tidak terduga untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sekitar.
Generasi ini sangat tertarik dengan teknologi, serta hal-hal unik yang mampu mendeskripsikan karakter dan kepribadian mereka.
Begitu juga, Asus ViVoBook S433 yang hadir ke dalam empat varian warna mengesankan, yaitu Indie Black, Gaia Green, Dreamy Silver, dan Resolute Red.
Setiap pilihan warna menyesuaikan dengan karakter yang ada di dalam dirimu. Sebagai generasi yang dikenal berani mengekspresikan diri, umumnya gen Z memilih warna sesuai dengan seleranya masing-masing.
Selain itu, biar lebih sah dalam berekspresi, laptop Asus VivoBook S14 S33, bisa dikustomisasi dengan stiker ekslusif hasil kerjasama antara ASUS dengan Muchlis Fachri. Serius? Seniman visual yang viral waktu closing Asian Games itu? Yap, benar!
Kamu bisa membanggakan laptop barumu dengan stiker eksklusif karya doi di tongkrongan kan!
2. Desain minimalis dan trendy yang mudah dibawa bepergian kemana saja.
Untuk kamu yang memiliki mobilitas tinggi, tentu laptop tipis dengan bobot ringan adalah hal yang paling kamu butuhkan.

Asus Vivobook S14 S433 ini hanya memiliki layar sebesar 14 inch, beratnya sekitar 1,4 kilogram, dan ketebalannya hanya 15,9 mm. Hal ini disebabkan karena adanya teknologi Nano Edge Display, yaitu teknologi yang mampu menghadirkan bezel yang sangat tipis dan bodi yang lebih kecil.
Meskipun berukuran mungil, laptop ini sudah dilengkapi anti-glare supaya para penggunanya nyaman ketika terkena pantulan cahaya. Selain itu, layarnya memiliki color gmur 100% sRGB dengan tingkat brightness 250 nits dan sudut pandang lebar yang mencapai 178 derajat.
Mengingat bahwa generasi milenial identik dengan profesi Content Creator, tentu laptop ini sangat sesuai banget ya! Angkat tangan dong kalau kamu saat ini seorang ilustrator, desain grapher, fotografer, atau video editor, hehe.
3. Satu-satunya notebook yang sematkan fitur-fitur premium untuk mengimbangi gaya hidup generasi Z.

Tidak cukup hanya ekspresif dan minimalis, generasi Z juga mendambakan laptop yang memiliki fitur premium, karena ini menyangkut kepraktisan.
VivoBook S14 S433 adalah laptop termutakhir yang  baru saja diluncurkan secara live streaming di Facebook dan YouTube bulan Mei kemarin. Notebook ini adalah hadiah baru dari Asus untuk kamu yang menginginkan notebook trendi dengan performa terbaik.
Ada berbagai fitur yang melengkapi performa VivoBook S14 S433, mulai dari fingerprint sensor, teknologi fast charging, sampai dengan backlit keyboard.

Fitur fingerprint terintegrasi dengan Windows Hello di Windows 10 yang memudahkan penggunanya untuk mengakses tanpa harus mengetik kata sandi. Tentu, ini akan membuat semua data-data para pengguna yang ada di dalam notebook terjamin keamanannya. Selain itu, Asus Vivobook S14 S433 hadir dengan prosesor Intel Core 10th generation yang memiliki tenaga powerful, namun tetap hemat daya.
Ada dukungan chip grafis NVIDIA GeForce MX 250 dan fitur penyimpanan PCIe SSD yang membuat penggunanya nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas seperti bermain game, mengolah data, atau mengedit foto dan video.
Yang tak kalah mengejutkan adalah laptop sekelas VivoBook S14 S433 ternyata dilengkapi dengan WiFi 6 atau 802.11 ax yang merupakan teknologi data nirkabel terbaru. Teknologi ini menjanjikan kecepatan transfer data tiga kali lipat lebih tinggi, kapasitas jaringan empat kali lebih banyak, dan latency yang 75 persen lebih rendah.
Jadi intinya laptop keren ini tidak hanya digunakan sebagai alat untuk bekerja saja, tetapi juga untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mendongkrak penampilan atau gaya hidupmu!
4. Harganya terjangkau untuk perangkat teknologi yang menunjukkan siapa diri kamu sebenarnya!
Secara resmi, Asus VivoBook S14 S433 untuk core i5 dihargai sebesar Rp.13.999.000 dan untuk core i7 dihargai sebesar Rp.15.999.000. Harga ini tidak sebanding dengan fitur-fitur premium, material pilihan, desain menarik, dan warna yang melambangkan karakter dirimu dari luar dan dalam.
ASUS menyediakan layanan garansi eksklusif yang merupakan layanan premium untuk menanggung 80 persen biaya jasa perbaikan dan suku cadang untuk berbagai kerusakan akibat kelalaian pengguna. Keren banget kan!
Kamu bisa mendapatkan Asus VivoBook S14 S433  ini ekslusif di berbagai marketplace seperti blibli, JD.ID, tokopedia, Shopee, dan Bhinneka.
Penutup
We do not create meaning in our life, we discover it.
Who am I? Apakah kamu sudah mengetahui siapa diri kamu sekarang? Apakah kamu sudah mengetahui apa tujuan hidupmu? Apa kamu sudah mengetahui bagaimana cara membangunkan singa yang tertidur di dalam dirimu?
Sebagai bagian dari generasi Z, generasi yang penuh stigma, mulai dari stigma negatif seperti generasi instan dan stigma positif yaitu stigma ekspresif, inovatif, serta kreatif, tanyakan kepada dirimu kembali. Label apa yang ingin melekat pada dirimu.
Satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk membuat hidupmu lebih hidup, segera temukan apa IKIGAI-mu. Dan setelah itu, untuk mengoptimalkan kemampuanmu dalam mewujudkan impian hidupmu, hadiahi dirimu ASUS VivoBook S14 S433. Sebagai bagian dari senjata perang untuk tetap mempertahankan kebebasan ekspresi dalam lautan ketidakpastian.


#VivoBookLaptopGue #DareToBeYou



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami