Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami

Hemat Kuota Bukan Jalan Ninja Saya, by.U Solusinya!

Di zaman ini, segalanya butuh internet. Mulai dari mengikuti kegiatan belajar di kampus, rapat dan menyelesaikan pekerjaan dari kantor, pesan makanan, belanja keperluan bulanan, sampai dengan berkomunikasi dengan kekasih dan keluarga. Sadar atau tidak sadar, internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Memotong biaya untuk kuota internet berarti mengganggu produktivitas kita untuk menjalankan aktivitas. Terlebih di masa pandemi ini. Kalau kamu tidak asing dengan ungkapan "harta, tahta, dan kuota ", kamu harus membiasakan diri dengan moto yang satu ini #SemuanyaSemaunya. Moto keren ini milik by.U , provider digital pertama dari Telkomsel yang ada di Indonesia. Kamu bebas memilih nomor ponsel dan paket internet dengan harga yang terjangkau. Jangan bilang kamu baru tahu produk ini sekarang! Untuk menunjang produktivitas dan mobilitas, saya menggunakan by.U karena selain pilihan topping yang beragam, harganya murah, dan konektivitas internetnya tidak perlu diragukan. Apalagi kita bis

#IniUntukKita - Sayonara Akhir Bulan

  Halo, Rekans! Kamu pasti pernah dengar dong lagu populer "Young Dumb & Broke" yang dinyanyikan oleh Khalid. Coba deh pahami liriknya. Lagu ini berisi satiran kepada anak-anak muda yang tidak pernah memikirkan masa depan, sehingga kehidupannya hancur berantakan. Kita semua memiliki impian. Untuk meraihnya dibutuhkan strategi dan alasan yang kuat supaya tidak mudah menyerah di tengah perjalanan. Saya adalah seorang fresh graduate. Pada mulanya, saya bingung memegang uang dalam jumlah yang cukup banyak. Sampai suatu saat, saya membutuhkan laptop baru untuk menunjang produktivitas. Tapi, tabungan saya nol rupiah karena buruk dalam mengatur keuangan. Momen itu adalah awal mula saya menyadari ketidakberesan dalam hidup. Loh, kan cuma masalah uang kok jadi berhubungan ke masalah hidup? Ya Iyalah, akibat saya menghabiskan seluruh gaji dalam sekejap saja, akhirnya saya jadi menunda untuk beli laptop. Padahal kan laptop bisa digunakan untuk belajar meningkatkan kompetensi.

Berburu Furniture Online Ala Skandinavia Di iCreate.id Agar Semakin Betah Di Rumah

  Apakah kita bisa memiliki rumah sebelum usia 30 tahun? Jangan pikir rumah mewah lengkap dengan lift dan garasi yang bisa menampung 20 mobil dulu deh. Kenapa ya rasa-rasanya impian memiliki rumah di usia muda itu terdengar muluk? J awabannya akan klise banget nih, kalau rumah sesuai kebutuhan barangkali bisa diusahakan.Tapi, kalau ingin memiliki hunian ekslusif ala kaum selebrita papan atas dengan usaha yang minim, segera bangun dari mimpi deh! Sebagai bagian dari generasi yang diramalkan tidak bisa memiliki rumah karena kemampuan perencanaan keuangan yang buruk, barangkali saya harus memahami permasalahan ini dari sudut pandang yang utuh. Masalah memiliki rumah bagi generasi milenial tidak hanya berfokus pada pengeluaran konsumtif yang tidak terkendali saja. Hal lain yang harus dipahami adalah generasi ini memiliki banyak pilihan akomodasi tempat tinggal. Milenial disuguhi dengan segala hal yang sangat urban dan modern, mobilitas yang tinggi, tempat kerja yang berpindah-pindah se

Nyobain Menu Pizza Unik di Ulos Café, Santika Premiere Dyandra Medan

Bulan Februari yang lalu, seorang teman mengajakku untuk menemaninya liputan untuk menu baru yang baru saja rilis di sebuah hotel di kota Medan. Tanpa aling-aling, dan kebetulan aku tidak memiliki jadwal malam itu, langsung saja aku iyakan ajakannya. Sebenarnya ini adalah kedua kalinya. Sebelumnya di tempat yang sama, ia juga pernah mengajakku. Seingatku, sebelumnya adalah menu nusantara: masakkan melayu, dan yang akan dicoba sekarang (bulan Februari-red) adalah komb inasi menu masakkan eropa yang dikombinasikan dengan menu nusantara. Kami berjumpa di tempat, di waktu yang sudah ditentukan. Acara tersebut dihadiri banyak influencer dan Key Opinion Leader (KOL) local. Beberapa aku kenal dari media sosial, namun sungguh banyak yang aku tak kenal sema sekali. Maklum saja ini bukan duniaku. Temanku itu bernama Masdalena. Ia sedang bekerja malam ini dalam hal meliput menu baru ini untuk dipublikasikan di tempat ia bekerja. Sementara ia bercengkerama dengan orang-oran

Ekspresikan Dirimu Dengan Berani Kepada Dunia Dengan Tiga Langkah Ini

"Hey, Kawula Muda! Tampil Bebas dan Modern Dengan Asus VivoBook S14 S433 Yuk!" Apakah menjadi diri sendiri adalah hal yang mudah untuk dilakukan? Nyatanya, hal tersebut tidak pernah sesederhana itu untuk kita para manusia yang tidak pernah puas. Menjadi diri sendiri adalah tanda kamu mengenal siapa diri kamu sebenarnya, mengoptimalkan potensi yang kamu miliki, serta menemukan dan bertahan dalam mencari makna kehidupan. Dalam memandang menjadi diri sendiri, sebaiknya tidak menggunakan kacamata membandingkan diri dengan orang lain yang ujungnya hanya akan membuatmu terperosok ke dalam rasa rendah diri yang abadi. Tapi, gunakan kacamata ajaib yang bisa menerawang ke dalam dirimu, ke masa lalu, dan ke masa depan. Kacamata yang bisa memandang bahwa hal terbaik dan teristimewa dalam hidup hanya akan kamu dapatkan ketika kamu menjadi diri sendiri. Apakah mengikuti jejak perjalanan orang lain adalah hal yang salah? Tentu tidak. Kenyataanya tidak ada hal yang baru di dun