Langsung ke konten utama

Gerakan #AyoHijrah Ala Bank Muamalat Untuk Indonesia Lebih Baik


"Surah kesukaan kamu apa?"
Sebuah kalimat sederhana yang tak bisa aku jawab. Padahal kalau diajak bercerita tentang teknologi, pengembangan diri, peristiwa sejarah, film up to date, impian yang ingin dicapai, aku selalu mampu membuat obrolan menjadi lebih hidup dan lebih panjang.

Tapi malam itu aku tak dimampukan menjawab seuntai kalimat yang dikeluarkan temanku. Aku langsung bertanya di dalam hati. "Apa surah kesukaanku?" Ternyata hati ini pun tak bisa menjawab lantas kutanya balik gadis di sebelahku apa surah kesukaannya, dan dia menjawab sebuah surah yang turun di Mekkah berjumlah 78 ayat dan berada di juz ke 27, Surah Ar-Rahman.

Rasanya diusiaku yang sudah berjalan dua puluh tahun, tak membuatku memanfaatkan waktu untuk mengenal lebih dekat dengan agamaku, islam.

Aku melakukan ibadah sholat, hanya sebatas menunaikan.
Aku melakukan ibadah puasa, hanya sebatas menunaikan.
Pun begitu ketika aku melakukan ibadah sadaqah, semuanya hanya sebatas menunaikan.

Waktu itu aku merasa begitu abu-abu, tidak disangka karya tulis ilmiah yang saat itu sedang aku garap siang dan malam belakangan kuabaikan  begitu saja karena sebuah pertanyaan tentang surah kegemaran. Tentang surah yang sering aku dengar berulang kali. Surah yang bisa menenangkan. Surah yang menyadarkan bahwa aku hanyalah manusia biasa. 

Aku ingin berubah dan aku siap berproses. Sampai suatu ketika "hijrah" menjadi kata yang paling umum aku dengar.

Hijrah Itu Apa?

(Sumber: internet)

Kata hijrah berasal dari kata bahas Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat.

Nah dilihat dari konteks sejarah, berbicara perihal hijrah tidak lepas dari kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Mekah menuju Madina. Tujuannya mempertahankan dan menegakkan risalah Allah  yang berupa akidah dan syari'at islam.

Perintah untuk hijrah juga bisa kita temukan di dalam Qs. Al-Baqarah, 2:218, Qs. At-Taubah, 9:20, dan Qs. Al-An'fal, 8:74.

Dari ke tiga ayat di atas ada beberapa esensi loh yang bisa kita petik.

Pertama, hijrah harus kita lakukan dengan dasarnya niat karena Allah SWT.

Kedua, hijrah itu memiliki tujuan untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah SWT.

Ketiga, hijrah juga bisa dilakukan dengan mengorbankan apa yang kita miliki seperti harta, benda, bahkan jiwa.

Keempat, ada tiga prinsip hidup yang disampaikan dalam ayat tersebut yaitu: iman yang bermakna yakin - hijrah yang bemakna perjuangan dalam menegakkan risallah Allah SWT.

Bagi aku, hijrah adalah sebuah panggilan yang mengetuk hati. Aku kembali diperingatkan bahwa hanya dengan di jalan Allah SWT lah semuanya akan terasa lebih berkah. Hijrah adalah tentang meninggalkan hal yang buruk menuju hal yang baik yang sesuai dengan perintah Allah SWT.

Tidak sebatas merubah penampilan dari yang mulanya terbuka menjadi tertutup tetapi benar-benar menerapkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.

Semuanya Berawal Dari Niat

Dikelilingi teman-teman yang menggunakan jilbab membuatku malu sendiri. Rasa malu tersebut yang awalnya menjadi mesin penggerak dan niat yang aku tanam sebagai mesin penahan komitmen. Belum terlambat bukan?

Beberapa pernah yang menyuruhku menggunakan jilbab dengan kasar atau cara yang merendahkan diri tetapi banyak juga teman-temanku yang selalu berkata, "Pelan-pelan, tidak apa. Aku tahu kamu berusaha sangat keras"

"buka...." 
"tutup..."
"buka...."
"tutup...."

Begitulah yang aku lakukan dengan diriku sendiri kala itu. Malu mengingatnya, tapi aku menghargainya sebagai sebuah bagian dari perjalanan hidup.

Pada awalnya menutup bagian rambut terasa sulit, tapi memang semua harus dipaksa. Bukan hijrah namanya kalau tidak berkorban dan tidak melawan nafsu kan ya? hehe.

Kucari tahu dalilnya dan berada di lingkungan perubahan, di lingkungan yang mulai membangunkan iman kala turun, di lingkungan yang senantiasa mengingatkan.

Aku kembali mengulik ke dalam hal yang paling dasar, apasih tujuan hidup manusia menurut islam? Kembali kuulang-ulang rukun iman dan rukun islam. Bahwa iman itu dibenarkan di hati, diucapkan di mulut, diwujudkan dalam perbuatan sholat, puasa, zakat, haji, ibadah, dan bersedekah.

Kemudian tujuan hidup manusia yang lain adalah menjalankan perannya sebagai khalifah karena manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, dan meneruskan ajaran islam dengan cara menuntut ilmu dan mentransfernya kepada generasi penerus.

Bismillah, semuanya demi Allah SWT.

Matakuliah Perbankan Syariah.

Sebagai anak Perbankan dan Keuangan, matakuliah Perbankan Syariah menjadi matakuliah wajib yang harus aku ambil di semester 4. Pelajaran ini sangat menarik perhatianku, selain dosen yang mengajar adalah seorang praktisi, aku dan teman-temanku juga diajak membedah isi al-quran dan isi al-kitab untuk menemukan definisi riba.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” 
(Qs. Ali Imron [3]: 130) 

Sementara di dalam alkitab

"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.  
(Ulangan 23:19)

Ada beberapa dalil lain juga loh baik di dalam alquran ataupun alkitab yang membahas tentang riba.

Tapi riba itu apa ya? Tentu kamu sudah tidak asing dong dengan kata riba. Jadi riba itu menurut Qadi Abu Bakar ibnu Al Arabi dalam bukunya “Ahkamul Quran" adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterima.

Riba sangat identik dengan bunga bank konvensional, karena bunga bank menetapkan persentase sebesar 5% atau 10% dalam jangka waktu tertentu untuk sejumlah uang yang dipinjamkan kepada nasabah. Bunga bank menjadi tulang punggung dari biaya operasional setelah kredit. Lain dengan halnya bank syariah yang menerapkan sistem bagi hasil atau bisa disebut margin.

Pada praktiknya bunga bank konvensional dikatakan haram loh karena mengandung riba.

وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

(QS. Al-Baqoroh: 275)

Nah jadi solusinya untuk kita semua yang tidak bisa terlepas dari bank gimana dong? Bayangkan aja kita isi saldo dompet online melalui bank, bayar uang kuliah lebih efisien via bank, belanja online pun demikian. Banyak transaksi yang lebih aman dan terjangkau jika kita menggunakan bank. Pastinya kita ingin dong tetap menabung bank tapi inshaallah terhindari dari riba?

Ini saatnya kita menabung di bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat.

(Sumber: Internet)

Bank Muamalat Indonesia Tbk menjadi pelopor perbankan syariah di Indonesia yang didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H atau 1 Nopember 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia.

Misi Bank Muamalat Indonesia yakni: “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang islami dan professional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.”

Saat ini total jaringan kantor cabang Bank Muamalat sebanyak 276 dengan 1,5 juta nasabah dan jaringan tersebut didukung oleh 103 mobile branches dan 710 ATM. Wah.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gerakan #AyoHijrah Ala Bank Muamalat

#AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Bahwa islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

(Sumber: internet)

Gerakan ini dikampanyekan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada 8 Oktober 2018, tujuannya merangkul masyarakat untuk berhijrah khususnya dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah.

Dengan #AyoHijrah diharapkan ada peningkatan kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi, untuk semakin kaffah menjalankan syariat Islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah. Cita-cita yang hendak diwujudkan oleh Bank Muamalat adalah menyetarakan pertumbuhan nasabah bank syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim. 

Bentuk gerakan #AyoHijrah ada apa aja yah?

Kegiatannya adalah mengajak masyarakat untuk meningkatkan diri, dalam berbagai bidang, khususnya mulai berpindah menggunakan layanan bank syariah untuk hidup yang lebih tenang dan berkah.

Bentuk kegiatannya seperti:

-Seminar / edukasi tentang perbankan Syariah.
-Open booth di pusat kegiatan masyarat.
-Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama.
-Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan Syariah.

Layanan Apa Saja Yang Diberikan Bank Muamalat?


(Sumber: internet)

- Tabungan iB Hijrah
- Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
- Tabungan iB Hijrah Rencana
- Tabungan iB Hijrah Prima
- Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
- Deposito iB Hijrah
- Giro iB Hijrah
- Pembiayaan Rumah iB Hijrah
- Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix (masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK)

Bagaimana Membuka Rekening Di Bank Muamalat Dengan Aplikasi #AyoHijrah

Aplikasi ini diperuntukkan khusus untuk kami calon nasabah Bank Muamalat loh.  Aplikasi ini dapat diakses melalui website http://www.ayohijrah.com atau https://www.bankmuamalat.co.id/ayohijrah atau dapat didownload melalui smartphone di Google Play (platform Android) atau App Store (platform IOS).

Dan sudah dapat diakses oleh masyarakat mulai 1 Mei 2019, bertepatan dengan milad Bank Muamalat yang ke-27. 

Jadi jangan tunda lagi ya untuk siapapun yang ingin hijrah ke bank muamalat.

Tidak hanya pengisian formulir aplikasi secara digital sajanloh, tetapi sebagai calon nasabah kamu bisa memilih untuk dikunjungi oleh staf Bank Muamalat dengan waktu yang kamu tentukan sendiri. Dengan demikian, proses pembukaan rekening menjadi lebih mudah dong.

Dengan adanya aplikasi #AyoHijrah ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang berhijrah ke bank syariah, khususnya Bank Muamalat, sehingga pangsa pasar bank syariah di Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dapat meningkat.

Kesimpulan.

Aku tak menyangka sama sekali bahwa jalan hijrah ini bermula dari sebuah pertanyaan sederhana yang memberi efek panjang dan keberlanjutan pada hidupku.

Aku berterimakasih kepada temanku yang selama ini menjadi teman pengingat dalam kebaikan.

Sepakat dengan kata pak Achmad K. Permana, Chief Executif Bank Muamalat yang mengatakan bahwa hijrah itu meliputi tiga hal,  tentant memulai, melengkapi, dan menyempurnakan.

Tak muluk-muluk, semua bisa diawali denhan menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat.

Yuk bersam gerakan #AyoHijrah Bank Muamalat kita membangun ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menelusuri media sosial resmi Bank Muamalat di:
Facebook: BankMuamalatIndonesia
Instagram: Bank.Muamalat
Twitter: BankMuamalat
Youtube: Bank Muamalat
Websites: www.bankmuamalat.co.id


(Sumber: internet)
Artikel ini dikompetisikan dalam lomba blog Bank Muamalat.

#AyoBeraniHijrah lebih baik.

Sumber:

https://www.bankmuamalat.co.id/seputar-ayo-hijrah 
https://www.bankmuamalat.co.id/artikel/5-istilah-umum-yang-harus-diketahui-dalam-perdagangan-perbankan-syariah-part-111111111


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAUM MILENIAL WAJIB MANFAATKAN APLIKASI SIKASEP UNTUK WUJUDKAN RUMAH IMPIAN

(Sumber: Media Indonesia) Bagaimana caranya agar milenial bisa memiliki rumah? Tren pertumbuhan penduduk di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia memasuki era bonus demografi. Sebuah fenomena langkah yang hanya akan terjadi satu kali dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding jumlah penduduk tidak produktif. Namun, sayangnya kaum yang diberi label sebagai tulang punggung ekonomi ini diprediksi tidak bisa memiliki hunian seumur hidupnya.Tentunya ada beberapa hal yang menjadi hambatan, seperti pengeluaran konsumsi yang tinggi, kenaikan upah pekerja tidak sebanding dengan lonjakan harga properti setiap tahunnya, sampai dengan benturan-benturan persyaratan perbankan yang tidak mengakomodir karakteristik generasi ini. Rumah adalah bagian dari kebutuhan pokok manusia yang harus segera dipenuhi setelah kebutuhan sandang dan pangan. Tapi, kebanyakan milenial menggeser prioritas untuk membeli rumah dengan berperilaku konsumtif. Dengan harga properti yang semakin ting

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

BERSYUKUR DAN BERDAMAI DENGAN RAMADAN DI TENGAH PANDEMI

Kamu tahu, apa yang membuat Ramadan sangat dirindukan? jawabannya adalah tentang momen-momen istimewa yang terjadi bagi kita umat muslim di berbagai belahan dunia. Selalu ada euforia yang memenuhi relung hati di waktu sahur dan berbuka puasa. Baik bersama keluarga ataupun teman-teman. Selalu ada suasana syahdu ketika menghadiri shalat berjamaah, mendengar ceramah, menonton kultum, dan menghadiri majelis-majelis yang membersihkan hati nurani dari sifat seperti rasa dengki, iri hati, dan kebencian. Selalu ada menu-menu makanan yang selama ini dinanti-nanti dan setiap gigitannya membangkitkan memori yang membersamainya. Selalu ada jutaan kebaikan dengan niat tulus dari siapapun dan untuk siapa pun. Barangkali Tuhan ingin kita menjalankan Ramadan dengan khusyuk, tanpa ada janji buka puasa bersama 30 hari berturut-turut yang membuat lalai sholat Magrib. Tanpa ada aktivitas berkeliaran di jalanan ketika matahari baru beranjak terbit yang tak jarang berujung pada kecelakaan-kecelaka