Langsung ke konten utama

Impian Saya Adalah Mewujudkan Impian Orang Lain




Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya (HR Bukhari – Muslim)


September, 2017, Istanbul, Turkey.
Youth Break The Boundaries.

(Sumber: Internet)
Di sebuah ruangan besar nah megah, dikelilingi barisan bangku yang diisi oleh ratusan pemuda dari seluruh Indonesia dan pemuda Indonesia yang sedang bersekolah di luar negeri, berdiri di atas podium seorang perempuan berusia 19 tahun memberi kata sambutan, “Waktu itu saya melihat bahwa banyak teman-teman saya yang memiliki impian berangkat ke luar negeri namun mereka tidak tahu caranya bagaimana dan di sana akan melakukan apa. Merasa terpanggil, saya mengajak beberapa teman saya yang berkuliah di luar negeri untuk menyelenggarakan sebuah forum internasional di luar negeri yang bisa membawa anak-anak Indonesia lainnya seperti teman saya untuk bisa memijakkan kaki ke negara impiannya. Dan kami memilih negara yang terletak di antara dua benua ini, benua Asia dan benua Eropa. Impian saya sederhana, saya hanya ingin mewujudkan impian orang lain. Untuk itulah acara ini saya dan teman-teman saya persembahkan, Youth Break Boundaries, pemuda menembus batas!”

April, 2019, Medan, Indonesia.
Semutsumut.

(Sumber: Internet)
Berapa banyak lulusan perguruan tinggi yang mendambakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai tempatnya berlabuh setelah 4 tahun lamanya berkutat dengan ratusan SKS? Tak terhitung. Berkarir di BUMN tentu menjadi pilihan karir favorit khususnya bagi calon mertua. Selain terlihat menjanjikan dan menjamin masa depan, dua hal itulah yang masih dipikirkan bagi sebagian orang.

Tentu ini cerita nyata yang tak saya karang-karang, seorang teman saya, memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan yang masih menjadi impian dari banyak orang tersebut. Tau demi apa? Untuk memfokuskan diri membangun ruang belajar khusus anak putus sekolah yang saat ini sedang dijalankannya dengan teman-teman seperjuangannya. Dia merasa prihatin melihat ribuan anak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi disaat yang sama bahwa banyak perusahaan yang hanya mempertimbangkan ijazah untuk bisa berkontribusi di dunia kerja. Ruang belajar itu ingin membuktikan bahwa mereka yang tidak memiliki ijazah pun dapat setara dengan mereka yang menempuh pendidikan formal.

Teman saya tersebut rela berpindah dari keterjaminan hidup, jenjang karir yang menjanjikan, masa depan yang cerah untuk menuju sebuah ketidaknyamanan, ketidakjelasan, untuk membangun sebuah impian baru bagi anak-anak putus sekolah yang selama ini tidak memiliki harapan untuk masa depannya, dia mengambil bagian dalam memutuskan rantai kemiskinan. Sebuah gebrakan yang membuka mata, telinga, dan hati.

IMPIAN SAYA = MEWUJUDKAN IMPIAN ORANG LAIN

The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.” Emerson.

Dua cerita yang saya kisahkan di atas adalah peristiwa yang menyadarkan saya dari ambisi dan impian yang selama ini selalu berorietansi kepada diri saya sendiri. Secara tidak langsung, mereka sedang berbagi hal-hal yang tak terukur, tak terlihat, dan tak bisa disentuh, Mereka membagikan impian. Mereka menularkan semangat perjuangan. Mereka bersedia berteman dengan penderitaan untuk mengorbankan sebuah gerakan. Mereka membawa virus kebaikan. Mereka membuat saya percaya bahwa di dunia ini selalu ada orang baik, hanya mungkin saja mereka tak terlihat.          

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Sebuah hadist yang menunjukkan bahwa Rasullullah mneganjurkan kita untuk selalu berbuat baik terhadap setiap makhluk yang ada di muka bumi ini, karena eksistensi keberadaan manusia sangat ditentukan dari seberapa besar manfaat yang bisa dia bagi sesamanya.

Kita Mengetahui Bahwa Manusia Adalah Makhluk Sosial, Lalu Mengapa Kita Abai?

“Zoon Politicon”, pasti frasa Aristoteles ini tidak asing di pendengaran kamu, yang artinya bahwa sebagai manusia kita selalu ingin bersosialisasi dengan sesama kita dan membentuk struktur sosial atau sikap bermasyarakat dan wajib untuk saling menjaga keutuhan hubungan ini.

Sementara definisi berbagi yang paling umum adalah ketika kamu memberi atau menerima sesuatu seperti benda-benda tertentu, uang, makananan, cerita, kisah, pengalaman, pengetahuan dan yang lainnya. Tidak hanya dengan sesama, tetapi juga kepada Tuhan khususnya, alam dan setiap elemen yang ada di bumi kita ini.

(Sumber: Internet)

Ketika kamu mencurahkan harta, pikiran, tenaga, hal tersebut pun termasuk berbagi. Jika hanya menggunakan logika manusia, maka kita melihat berbagi adalah mengurangi. Sementara yang sebenarnya terjadi adalah berbagi berarti menerima. Semakin banyak hal yang kamu bagikan semakin banyak yang akan kamu terima. Menjadikan “Khoirunnas A’anfauhum linnas” sebagai prinsip hidup. Rasa kepuasan tak ternilai akan hadir dan tumbuh di dalam hidup kamu ketika berbagi.

Sebagai makhluk sosial, sudah pasti kita semua saling membutuhkan satu sama lain. Kita tidak bisa hidup sendirian, ketika sakit tentu kamu membutuhkan dokter meskipun kamu juga seorang dokter. Jadi sudah pasti berbagi adalah hal yang tidak bisa kita pisahkan.

Ada beberapa hikmah dalam berbagi,yakni:

  1. Berbagi adalah perilaku yang mulia. Ketika kamu berbagi, maka kamu akan dipandang mulia dihadapan Allah karena menolong sesama  dan juga mulia dihadapan manusia karena kerelaanmu. 
  2. Berbagi menunjukkan bahwa kamu bersyukur. Ketika kamu menyadari potensi diri yang dimiliki dan kemudian dipergunakan untuk bermanfaat bagi orang lain, hal ini menunjukkan bahwa kamu mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
  3. Berbagi adalah amanah. Harta yang kamu miliki adalah titipan Allah yang akan diminta pertanggung jawaban kelak.
  4. Berbagi adalah sebuah prestasi. Seberapa besar kamu mampu untuk berkorban dan berbagi itu menunjukkan prestasi kita dihadapan Allah.
  5. Berbagi adalah investasi akhirat. Ketika kamu memeberi maka itulah yang akan menjadi amal jariah yang akan kamu terima di akhirat.
  6. Berbagi itu menolak bencana. Ada empat manfaat sedekah yang sering dikutip Rasulullah, yaitu membukakan pintu rezeki, mengobati orang sakit, mampu meredakan kemarahan Allah dan mengurangi kesakitan ketika sakratul maut.

Fenomena “Warm Glow”


(Sumber: Internet)
Ketika kamu berbagi dan bermurah hati, secara fisik akan terlihat sangat merugikan. Dari peristiwa di atas kamu bisa membayangkan, keputusan yang mereka pilih tentu mambawa mereka ke dalam gelombang kepastian dalam waktu yang semetara. Namun fakta lain justru sebaliknya. Peneliti menemukan istilahnya yaitu, “warm-glow-effect”. Sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut “warm-glow effect” (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain.

Penelitian tahun 2006 juga dilakukan oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health, menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow”. Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine (yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar) serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stres, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high. Banyak penelitian menunjukkan sikap dermawan ternyata berkorelasi dengan kesehatan. Salah satunya adalah penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People, yang menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV.

Fakta Mengejutkan

Dilansir dari Tirto.id, ternyata jauh sebelum para peneliti menemukan bukti manfaat bermurah hati dan berbagi pada sesama. Islam telah menganjurkan umatnya untuk menafkahkan harta kepada orang lain dalam bentuk infaq, zakat dan shadaqah. Bedanya infaq/zakat/shadaqah melibatkan perintah karena Allah, sedangnya bermurah hati saja bagi orang Barat tidak melibatkan Allah Subhanahu Wata’ala.

آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS: Al Hadiid: 7)

Al Qurthubi menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta itu milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan harta pada jalan Allah, maka itu sama halnya dengan seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Dari situ, ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.” [Dalam Tafsir Al Qurthubi, Jaami’ Li Ahkamil Qur’an].

Kini Berbagi Lebih Mudah Di Era Digital

(Sumber: Internet)

Jika dulu kamu harus bersusah payah mencari lembaga terpecaya untuk berdonasi, sekarang tak perlu khawatir lagi. Hanya dengan mengunjungi  www.dompetdhuafa.org  dan sesuaikan dengan fitur donasi apa yang sedang kamu butuhkan.

Dompet Dhuafa merupakan Lembaga Filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Visi dan misinya ingin mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan.

Jika kamu ingin mengambil bagian dalam gerakan masyarakat yang mentranformasikan nilai-nilai kebaikan, mewujudkan masyarakat yang berdaya melalui pengembangan ekonomi kerakyatan, berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan dunia, maka berbagilah bersama Dompet Dhuafa.

(Sumber: Internet)

(Sumber: Internet)

Dompet Dhuafa memiliki 4 program unggul yaitu:

1. Kesehatan

Dalam program kesehatan, dompet Dhuafa telah mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi dengan sangat baik.

2. Pendidikan

Masa depan Indonesia yang lebih baik ada di tangan anak-anak. Dompet Dhuafa membantu mewujudkannya dengan memberikan program pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang tidak mampu.

3. Ekonomi

Untuk memutus lingkaran kemiskinan di Indonesia, Dompet Dhuafa merangkul masyarakat di seluruh daerah dengan berbagai program pemberdayaan, agar terciptanya entrepreneur dan lapangan kerja baru.

4. Pengembangan Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Untuk itulah Dompet Dhuafa ada, bersama dengan para relawan membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah dan tidak tahu arah.

Kesimpulan: 
Selama ini banyak dari kita yang mempercayai bahwa tujuan hidup adalah untuk bahagia, dan barangkali hal tesebut menjadi alasan mengapa kita mengumpulkan barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan atau berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dari orang disekeliling kita.

Kita membeli sesuatu dan merasa bahwa hal tersebut dapat membuat kita bahagia.
Kita berkumpul dengan sekelompok orang dan merasa bahwa hal tersebut membuat kita bahagia.
Kita mendapatkan bayaran yang memuaskan dari pekerjaan yang barangkali tak kita suka dan berpikir bahwa itu membuat kita bahagia.
Kita berlibur dan lagi-lagi berpikir kita bahagia.

Lalu muncul pertanyaan, "Apakah hal tanpa akhir ini adalah definisi sebenarnya dari kebahagiaan?" Melupakan bahwa tujuan hidup sebenarnya barangkali tidak untuk menjadi bahagia. Tapi untuk menjadi orang yang bermanfaat,  orang yang bereputas baik, orang yang bersimpati untuk membuat sesuatu yang berbeda dan membuat dunia ini menjadi lebih baik dengan kehadiran kita.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.
#JanganTakutBerbagi
#SayaBerbagiSayaBahagia


Refrensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_sosial

https://www.hidayatullah.com/iptekes/kesehatan/read/2014/11/12/33088/hindari-pelit-dan-banyak-berbagi-bikin-hidup-lebih-sehat.html

http://palembang.tribunnews.com/2018/07/27/esensi-manusia-sebagai-makhluk-sosial?page=all

https://www.hidayatullah.com/iptekes/kesehatan/read/2014/11/12/33088/hindari-pelit-dan-banyak-berbagi-bikin-hidup-lebih-sehat.html

https://www.youtube.com/watch?v=zieOGOHbsY8

http://www.wahyudismt.com/2014/05/makna-berbagi-dan-hikmah-berbagi.html

https://medium.com/darius-foroux/the-purpose-of-life-is-not-happiness-its-usefulness-65064d0cdd59



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami