Langsung ke konten utama

Tentang Membangun Sebuah Branding

"A brand is a set of expectations, memories, stories and relationships that taken together, account for a consumer's decision to choose one service over another. Seth Godia"

" The Journey Has Begin" adalah nama blog saya kemarin dan telah berganti menjadi Journal Of Journey per hari ini. Kali ini saya memutuskan untuk serius menggarap blog saya dan belajar tentang dunia tulis menulis tak lupa dunia marketing digital. Ternyata saya baru tahu bahwa ada template blog yang bisa di dapatkan hanya dengan mengunggah dari sebuah website. Semalam saya memang tidak menulis, karena saya bingung mencari bahasan apa untuk ngeblog dan memilih untuk merapikan template.


Secara berani saya menyapa kak @lellyfitrianan dari dirrect message instagram yang saya tahu akunnya dari tag @bloggerperempuan. Saya melakukan blog walking ke para partisipan #30harimenulis ini dan melihat template blognya sangat menarik saya langsung mengontaknya dan dengan sambutan hangat dia memberikan saya informasi tentang desain template yang ada pada blognya. Kemudian saya juga menanyai informasi ini kepada mbak @handdriati dan beliau juga memberikan saya informasi tentang template, widget dan banyak hal lain seputar blog untuk mempermanis tampilan akun saya.

Tadi pagi juga rencana untuk membeli domain berbayar mengingat ada pesan masuk di gmail bahwa beberapa hari ini adalah Black Friday Sale tapi ternyata harus ditunda karena ada suatu kendala, yah yasudahlah seminggu ini masih harus bersabar.

Sekarang saya menyadari bahwa nama blog adalah bagian dari branding seorang blogger yang saya perkenalkan ke publik dan domain merupakan bagian dari dukungan untuk memperkuat branding.

Apakah branding itu penting ?

Pasti pertanyaan ini muncul di benak kalian para pembaca. Yap, branding tentu sangat penting dalam sebuah produk atau karya. Contohnya tak jauh-jauh dari produk air mineral "AQUA", apakah semua air mineral bernama Aqua ? kan tidak tetapi seringnya setiap kali membeli air mineral kita selalu berkata "Mas, aqua dong satu!" meskipun yang dikasih belum tentu Aqua. Begitulah pentingnya sebuah branding bagi sebuah produk. Tertanam dalam pembaca atau konsumen, "oh kalau mau cari refrensi tentang makanan di blog mbak A lengkapnih reviewnya."

Tetapi membangun sebuah branding itu sepertinya membutuhkan proses yang lama dan tentu saja jatuh bangunnya berkali-kali. Yuk karena sulit mari kita sama-sama dukung satu sama lain sesama blogger, membuat konten-konten yang menarik dan bermanfaat.
Oh iya hampir saya lupa mengapa saya menamakan blog saya "Journal Of Journey", Karena saya yakin setiap orang pasti ingin beberapa hal yang menarik dari perjalanan hidupnya ada pada sebuah jurnal. Nah itu saya ingin pertama kali menjurnalkan perjalanan saya secara apa adanya, kemudian berlanjur bisa menjurnalkan perjalanan orang lain.
Semoga kita semua konsisten ya dalam membangun branding !

#BPN30DAY
#BLOGCHALLENGE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami