Langsung ke konten utama

Revolusi Industri 4.0 ? Siapa Takut !



Saat ini dunia sedang menyambut datangnya revolusi industri 4.0. Sudah sejauh apa kamu mempersiapkan?

Revolusi Industri Keempat adalah sebuah kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi.

Jika waktu bisa diputar kembali, ada beberapa hal yang ingin saya ulang. Hal yang paling besar iyalah keputusan memilih jurusan kuliah. Ketika itu saya tidak merasa sedikitpun mendapati ketertarikan saya terhadap dunia teknologi ataupun hal yang melipir ke komputer. Namun, seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa dijaman modern ini teknologi adalah hal yang paling dibutuhkan di segala bidang. Contohnya di industri keuangan sendiri, saat ini teknologi finansial atau yang biasa disebut dengan fintech telah mengubah standar sistem keuangan yang dahulunya masih konvensional menuju ke arah digital. Pelayanan bank yang dahulunya harus datang ke kantor menjadi bisa di lakukan dari telepon pintar atau gawai yang kita miliki. Transaksi yang pada mulanya tidak praktis menjadi transaksi yang menggunakan sistem e-payment dengan saldo nominal yang bisa kita top-up di merchant-merchant yang bekerja sama sehingga selain efisien, keuntungan lainnya kita bisa mengetahui pencatatan keuangan sehari-hari. Semua hal tersebut tentunya dipengaruhi dengan teknologi yang senantiasa berinovasi.

Perusahaan Startup – Startup juga bermunculan dengan ide-ide yang berusaha menarik investor dari berbaagai kalangan. Salah satu perusahaan yang sudah unicorn adalah Gojek, start up transportasi yang mencoba menawarkan solusi transportasi untuk mengatasi jalanan macet pad awalnya tetapi semakin lama berkembang dengan menawarkan berbagai layanan seperti makanan, kesehatan, membersihkan rumah, antar barang dan lain sebagainya. Hal itu menjadi salah satu lecutan bagi anak muda-anak muda lainnya.

Dalam membangun industri Startup harus ada tiga jenis karakter di dalamnya yang akan menjadi pondasi bagi tim tersebut, yakni Hacker – Hipster – Hustler. Dimana Hacker adalah representatif seorang developer yang memiliki keterampilan dasar membuat startup digital yaitu coding, Hipster adalah representatif seorang designer yang memiliki cita rasa dalam membuat tampilan dan user experience di web atau aplikasi menjadi lebih menarik dan yang terakhir Hustler adalah seorang yang berperan dalam memperkenalkan setiap produk yang akan launching. Ketiga peran tersebut tentunya tidak bisa berjalan secara sendiri sendiri. Karena mau secangih apapun aplikasi yang dibangun jika tidak ada pihak-pihak lain yang membantu, startp tersebut dipastikan tidak akan berkembang.

Sedikit pengetahuan dan pelatihan yang saya dapatkan selama proses perkuliahan meskipun informasi saya dapatkan dari keaktivan saya mengikuti workshop-workshop eksternal, kemudian teman-teman yang hebat dalam dunia coding, yang saya temui dalam sesi networking, di dukung oleh peran pemerintah yang mendukung dunia startup melalui Badan Ekonomi Kreatif menarik perhatian saya untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana belajar programming, multimedia dan melakukan desain grafis khususnya. Bagaimana tidak? Pekerjaan saya sebagai “freelanch content writter” akan mendukung karya yang saya hasilkan jika dibantu dengan kemampuan saya dalam berilustrasi melalui gambar-gambar dan meningkatkan fortopolio saya, bukan hal yang mustahil jika pekerjaan tersebut bisa menjadi pekerjaan utama saya. Karena yang selama ini saya lakukan hanya meminta belas kasihan seorang teman saya yang handal dalam mendesain, sekarang saatnya saya belajar dan berjuang sendiri.

Seumpama sebuah pepatah lama mengatakan “bahwa jodoh datang di waktu yang tepat”, seperti inilah yang saya rasakan. Sebuah hal yang mutlak bahwa “waktu tidak bisa untuk diulang”. Jadi saya harus menerima kenyataan jika saya tidak dapat kembali ke masa ketika saya memutuskan jurusan kuliah saya.  Dan saya memilih untuk bisa melatih kemampuan saya di bidang multimedia dan memilih sebuah pusat pelatihan yang fokus pada programming dan desain grafis di kota Medan yaitu Sanger Learning.


Sanger Learning adalah lembaga yang menyediakan berbagai macam kursus seperti Web Design, Web Programming, Bahasa C, Java, Desain Grafis dan Animasi di Kursus Komputer ini para peserta akan dibimbing oleh trainer yang profesional dan telah berpengalaman dalam mengembangkan berbagai macam website, aplikasi dan produk industri kreatif.

Ada beberapa pilihan kelas juga seperti intensive class, regular class dan privat class. Semuanya tergantung pilihan dan kebutuhan kita dengan pilihan harga yang cocok di kantong.

Berikut ini adalah rincian harganya :











Yuk, gabung ke lembaga ini. Karena saya yakin bahwa yang sedang mengalam keadaan yang sama persis dengan yang saya alami, bukan saya saja. Bergegaslah sambut revolusi 4.0! Karena Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubahnya.

#SANGERLEARNINGCOMPETITION

Komentar

  1. Menurut saya biaya kursusnya terjangkau juga, murah malahan, dibanding apa yang akan kita dapatkan nanti. Karena investasi itu penting

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami