Langsung ke konten utama

Orion's


“I finally did it! My new orion tatto.” Katamu seraya memamerkan sisi pergelangan tangan bagian dalamu kepadaku. Sementara aku masih saja membekukan diri dalam rajutan pastel-pemberianmu. “Geosmin has a distinct earthy flavor and aroma, and is responsible for the earthy taste of beets and a contributor to the scent in the air when rain falls after a dry spell of weather. You know that was produced by a type of anobacteria.” Lanjutmu menjelaskan “the smell of rain”- dalam versimu yang kau yakini. Kemudian kau menarik pergelangan tanganku dan memulai melakukan kesukaanmu, men-tatto, dimulai dengan tarikan garis yang saling berhubung membentuk enam sisi yang berdempetan- molekul barangkali pikirku. “CH3-HO-CH3”.

Lalu harus dengan definisi status apa, aku menggambarkan hubungan kita. Kau lelaki yang memiliki obsesi pada angkasa disandingkan denganku yang menyukai hujan. “As long as your pleased while enjoying the rain, langit bisa dinomor duakan.”

“Betelgense, Bellatrix,Barnards Loop, Orions Belt, Orion Nebula.” Kau menunjukannya berulangkali, kesukaanmu, As long as your eyes sparkle when explaining the constellation, persoalan aku membenci diriku ketika kebingungan, bisa aku sampingkan.”

Aku memandangmu sedalam-dalamnya, bola mata hazelmu dan rahang pipi- menyadari hal tersebut kau dengan sengaja membalas tatapanku, selembut-lembutnya, dengan senyuman segaris tipis.“Boy, you had to find the key of the door of my soul.” Kau adalah kstaria Orion, si pemburu. Yang terkenal seangkasa. 

Aku harap kita mampu mematahkan kebenaran itu, bahwa bintang bersembunyi ketika hujan. Kau mendamba bintang bersanding dengan aku yang mencintai hujan. Semoga kita menyatu dibawah hujan bertaburan bintang. Semustahil itu.“I do love you, Orion.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami