Langsung ke konten utama

DEFORESTASI MANGROVE


Mangroves are incredibly important to marine ecosistem. they provide nurseries for juvenile fish and provide nutrients for surrounding ecosystems. They also protect from tropical cyclones. more than 35% of the global mangrove forest have dissapeared.

         
Apakah kamu masih mengingat “The 2004 Indian Ocean Tsunamy”  sebuah gempa yang terjadi di dasar laut pasifik, 150 mil di lepas pantai barat pulau sumatera Indonesia. Gempa berkekuatan 9,0 Skala Ritcher dengan cepat memunculkan tsunami yang terjadi beberapa jam setelah gempa pertama, menghantam garis pantai Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand dan Maladewa. Dimana ombak mencapai ketinggian 30 kaki yang kecepatan layaknya pesawat jet dan menewaskan lebih dari 230.000 orang.

Namun, Bangladesh, India, menderita lebih sedikit kerusakan jika dibandingkan dengan Indonesia. Tahukah kenapa? Berterimakasihlah kepada Hutan Mangrove yang terbentang sepanjang pesisir Bangladesh.
Hutan mangrove (bakau) adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai salin, banyak diantaranya adalah dari keluarga Rhizophoraceae dan memiliki kurang lebih 150 spesies yang berbeda. Jenis lainnya adalah Avicennia, Sonneratia dan Bruguiera. Tumbuhan ini dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.


 Ekosistem hutan mangrove bersifat khas, karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah: salinitas tanahnya yang tinggi, serta mengalami daur penggenangan oleh pasang –surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbugan yang bertahan hidup di tempat semacam ini dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Tumbuhan ini dicirikan oleh gugus yang ditemukan di daerah berawa intertidal, sering diamati dengan sistem akar terpapar. Tumbuhan ini khusus diadaptasi ke lingkungan rendah garam, oksigen tinggi, sebuah ekosistem di mana beberapa tanaman dapat bertahan hidup. Meskipun ada banyak spesies mangrove, biasanya tidak ada lebih dari tiga atau empat spesies pohon di dalam satu rawa, tergantung dengan kondisi lingkungan. Mangrove ditemukan di sekitar tiga perempat garis pantai tropis, menjadikannya bagian integral dari ekosistem intertidal, menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi beragam kehidupan laut karena air payau, air asin yang mengelilingi hutan mangrove kaya dengan nutrisi yang berasal dari persediaan yang siap dari daun yang membusuk dan pohon itu sendiri. Nutrisi ini mendorong penyebaran krustasea, moluska, spons, cacing dan alga. Mangrove juga menawarkan perlindungan dan perumahan bagi spesies ikan lainnya, serta ular, buaya, dan beberapa mamalia laut.

Ada korelasi kuat antara kesehatan populasi ikan lebih jauh di laut dan daerah hutan mangrove, karena hutan mangrove berfungsi sebagai pembibitan bagi banyak ikan-ikan yang sedang berkembang. Tanpa rawa-rawa, spesies ikan yang sedang berkembang dna tak terhitung jumlahnya akan rentan terhadap predasi, yang dalam jangka panjang, dapat menyebabkan perikanan beresiko mati.
Fungsi penting lainnya dari mangrove adalah perlindungan garis pantai dari erosi. Seperti terumbu karang, pohon mangrove menyerap energi gelombang. Menghamburkannya secara substansial mencapai garis pantai, terutama jika terjadi badai atau tsunami. Sistem akar berfungsi sebagai filter sedimen, memperlambat energi gelombang yang cukup untuk mendepositkan sedimen yang membantu menciptakan fondasi rawa mangrove. Hal ini juga berkontribusi pada sifat alami dari mangrove, karena mereka secara terus-menerus meregenerasi garis pantai melalui reklamasi sedimen tanah dari pasang surut.
Hutan mangrove diseluruh dunia sedang ditebangi karena berbagai alasan. Pengembangan komersial dan residensial, konstruksi sistem navigasi, limpasan bahan pencemar beracun, dan drainase untuk pertanian adalah beberapa pemain utama dalam deforestasi hutan mangrove, tetapi ironisnya, salah satu alasan utama adalah ke perternakan akuakultur. Perternakan ini digunakan untuk memelihara udang dan beberapa jenis ikan spesies yang sama yang ditemukan secara alami di dalam sistem bakau. Meskipun ada argumen yang mendukung pertanian akuakultur yang menyoroti manfaat ekonomi yang mereka berikan untuk masyarakat pesisir kecil, dampak ekologis, seperti pengasaman air dan tanah, dapat bertahan lama dan sulit untuk berbalik, yang mengakibatkan hilangnya habitat total, hanya untuk kehidupan alam yang sama.

Yang harus kita semua sadari adalah laut tanpa pepohonan mangrove seperti pohon tanpa akar, mangrove sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini. Karena mangrove adalah habitat dinamis yang menghubungkan darat dan laut, menyaring polutan untuk melindungi rumput laut dan karang, sebagai pelindung terhadap badai dan tsunami, sumber makanan penting yang mendukung 75% tangkapan ikan tropis dan memiliki kapasitas penyimpanan karbon hingga 5x lebih besar dari hutan hujan. Mangrove ditemukan diseluruh dunia antara lintang 32°N dan 38°S dan kini populasinya menghilang pada tingkat yang mengkhawatirkan, seperti tempat budiaya udang : penciptaan lebih dari satu juta hektar tambak udang, pembangunan pantai : ekspansi pertanian, perkebunan kelapa sawir,  pengembangan pesisir mangrove yang dibersihkan untuk pembangunan insfrastruktur dan pariwisata yaitu pengembangan lapangan golf dan wisata laut serta eksploitasi berlebihan untuk produksi arang. Dunia telah kehilangan 35 % mangrove hanya dalam tiga puluh tahun dan terus kehilangan tambahan satu persen setiap tahunnya, dan kita harus berkolaborasi serta bergerak untuk mengembalikan ekosistem hutan mangrove dengan terlibat aktif dalam kampanye-kampanye lingkungan, diskusi publik dan gerakan aksi peduli lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami