Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Rumah Kaca

Dalam cemas itulah Negara bertaut dengan agama. “Tak ada, dan tak akan bisa ada, sebuah Negara tanpa agama.” Tulis Mikhail Bakunin dalam  Tuhan dan Negara .     N egara tak bisa menerjemahkan Tuhan ke dalam dirinya. Tapi  akhir-akhir ini sesuatu terjadi, sesuatu yang seperti risau, hingga Negara dianggap sanggup berurusan dengan dosa sebagai suatu yang bisa diukur dengan sekian tahun penjara. Dengan kata lain, dosa- yang ada dalam yurisdiksi Tuhan, perbuatan yang dihadapkan kepasa kuasa dan kearifan yang transendental-hendak dipindahkan ke wilayah-Negara. Ia jadi kriminalitas.     “ Kriminalitas ”. Kata ini tak ada dalam kosakata Indonesia sebelum ada negara modern. Ia bermula dari bahasa Prancis lama, crimne, yang berakar pada kata Latin, crimen  (“dakwaan”). Kemudian crimne merasuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa : Belanda (criminaliteit) dan Inggris (crime) , sejak sekitar abad ke-13, menjelang berakhirnya “zaman iman” – ketika perbuatan “salah” tak lagi sepenuhnya dihaki