Langsung ke konten utama

Postingan

Tempat baru yang mengesankan dan kesenjangan yang luput dari penglihatan

Setelah satu bulanan tinggal di tempat baru, aku mulai berkeliling ke tempat yang satu dan yang lainnya. Biasanya di akhir pekan, aku lebih sering pergi ke Lulu Mart (hypermarket), Giant (toko swalayan), atau Aeon Mall untuk berbelanja bahan belanja selama satu minggu kedepan. Baru sekali saja aku pergi ke Cisauk, tempat di mana stasiun KRL terdekat berada dan Pasar Modern. Besok pagi, aku akan mencoba merasakan suasana berbelanja di sana. Tidak belanja banyak karena sebagian bahan belanja sudah dibeli sore tadi. Aku menemukan tempat belanja "hidden gem" di kawasan perkampungan. Murah sekali. Tentu saja ini akan menjadi pertimbanganku selanjutnya untuk rutin berbelanja di tempat tersebut. "Bang, tempat ini hidden gem! Keluar uangnya segini doang dapatnya banyak banget" ucapku antusias. "Memang. Dari kemarin diajak keluar gak pernah mau. Kalau di kawasan perkampungan semuanya ada, warung, toko buah, jajanan gerobak, nasi padang sepuluh ribuan. Bedakan? Mangkany
Postingan terbaru

Waktu Indonesia Bagian Hidup Sehat Bersama SEGARI

"Kapan yah pandemi ini usai?" Apakah pertanyaan ini pernah terlintas di kepalamu? Saya yakin kita semua pernah. Namun faktanya, smpai saat ini belum ada satupun ahli yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Tanpa harus menurunkan level kepatuhan terhadap pratokol kesehatan, setidaknya kita bisa bernafas sejenak karena menurut WHO terjadi penurunan kasus positif COVID-19 hingga 77 persen dalam enam pekan terakhir. Selain itu, angka kematian rata-rata masyarakat di seluruh dunia juga sudah turun sebanyak 20 persen. Tak lupa, saat ini program Vaksinasi Nasional dari Kemenkes RI sedang berlangsung dan diharapkan bisa tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Alih-alih cemas berlebihan, yuk kita lakukan sesuatu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Caranya gampang banget. Mulai dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO, seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker, tidak menyentuh wajah, menjaga jarak dengan orang lain, dan bila mem

Kaitan antara ayam goreng tepung dan pernikahan.

Biar lebih jelas, ayam goreng tepung bumbu Sasa yang spicy (red:pedas). Awalnya aku makan dengan sangat bergairah, karena aku pecinta ayam goreng tepung salah satu restoran cepat saji dari Amerika. Namun, semakin ke sini aku tidak hanya melihatnya sebagai potongan daging yang renyah. Tapi mencoba menyingkap apa yang tersembunyi di balik kulit yang gurih itu. Di minggu-minggu pertama pernikahanku, aku memilih ayam goreng bumbu menjadi pengganjal perut yang keroncongan. Pergi berbelanja kemanapun, mulai dari toko kelontong, indomaret, sampai dengan hypermaket, aku akan tetap meluncur ke rak tepung bumbu Sasa. Ditambah fakta kalau aku tidak hanya menjalin pertemanan dengan tepung ayam goreng itu saja. Tapi aku juga sudah mulai pedekate dengan tepung goreng bakwan, tempe, bumbu ayam goreng, bumbu nasi goreng, bumbu kentang goreng, bumbu sop ayam, dan bumbu soto ayam. Sungguh aku tidak perlu mendefinisikan pertemanan baru ini kan? Bagaimana peran makanan dalam pernikahan? Aku tidak tahu pas

Sebelum Dua Pekan.

  Aku yakinkan diri ini berulangkali sebelum berbicara kepada kedua orang tua. Ini bukan sebuah keputusan yang mudah.  Aku tahu, ada banyak rangkaian masalah yang akan menanti aku setelah gerbang perjalanan ini. Namun, pilihannya apakah aku bisa melihatnya sebagai sebuah halangan atau tantangan. “Bunda, mbak menikah boleh ga?” “Iya boleh selesai wisuda ya.” “Kan udah pernah wisuda, kuliah mbak udah siap juga tinggal wisuda doang…” “Kenapa mbak tiba-tiba ingin cepat nikah?” “Engga cepat juga sih, kakak kan udah kelar kuliah bahkan udah kerja juga..” “Emangnya, Hendra udah mau lamar mbak?” “Iya, kalau diizinin.” “Nanti bunda bilang sama ayah dulu.” Hendra adalah nama pria yang menjadi pasanganku satu tahun terakhir. Aku mengingat percakapan sekilas di malam itu. Mengapa hal ini ingin aku segerakan? Mengingat aku berencana menikah dengan dia di pertengahan tahun 2022. Bukan di awal 2021. Aku dan Hendra sudah menjalin hubungan romansa selama satu tahun terakhir. Kami

Hemat Kuota Bukan Jalan Ninja Saya, by.U Solusinya!

Di zaman ini, segalanya butuh internet. Mulai dari mengikuti kegiatan belajar di kampus, rapat dan menyelesaikan pekerjaan dari kantor, pesan makanan, belanja keperluan bulanan, sampai dengan berkomunikasi dengan kekasih dan keluarga. Sadar atau tidak sadar, internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Memotong biaya untuk kuota internet berarti mengganggu produktivitas kita untuk menjalankan aktivitas. Terlebih di masa pandemi ini. Kalau kamu tidak asing dengan ungkapan "harta, tahta, dan kuota ", kamu harus membiasakan diri dengan moto yang satu ini #SemuanyaSemaunya. Moto keren ini milik by.U , provider digital pertama dari Telkomsel yang ada di Indonesia. Kamu bebas memilih nomor ponsel dan paket internet dengan harga yang terjangkau. Jangan bilang kamu baru tahu produk ini sekarang! Untuk menunjang produktivitas dan mobilitas, saya menggunakan by.U karena selain pilihan topping yang beragam, harganya murah, dan konektivitas internetnya tidak perlu diragukan. Apalagi kita bis

#IniUntukKita - Sayonara Akhir Bulan

  Halo, Rekans! Kamu pasti pernah dengar dong lagu populer "Young Dumb & Broke" yang dinyanyikan oleh Khalid. Coba deh pahami liriknya. Lagu ini berisi satiran kepada anak-anak muda yang tidak pernah memikirkan masa depan, sehingga kehidupannya hancur berantakan. Kita semua memiliki impian. Untuk meraihnya dibutuhkan strategi dan alasan yang kuat supaya tidak mudah menyerah di tengah perjalanan. Saya adalah seorang fresh graduate. Pada mulanya, saya bingung memegang uang dalam jumlah yang cukup banyak. Sampai suatu saat, saya membutuhkan laptop baru untuk menunjang produktivitas. Tapi, tabungan saya nol rupiah karena buruk dalam mengatur keuangan. Momen itu adalah awal mula saya menyadari ketidakberesan dalam hidup. Loh, kan cuma masalah uang kok jadi berhubungan ke masalah hidup? Ya Iyalah, akibat saya menghabiskan seluruh gaji dalam sekejap saja, akhirnya saya jadi menunda untuk beli laptop. Padahal kan laptop bisa digunakan untuk belajar meningkatkan kompetensi.

Berburu Furniture Online Ala Skandinavia Di iCreate.id Agar Semakin Betah Di Rumah

  Apakah kita bisa memiliki rumah sebelum usia 30 tahun? Jangan pikir rumah mewah lengkap dengan lift dan garasi yang bisa menampung 20 mobil dulu deh. Kenapa ya rasa-rasanya impian memiliki rumah di usia muda itu terdengar muluk? J awabannya akan klise banget nih, kalau rumah sesuai kebutuhan barangkali bisa diusahakan.Tapi, kalau ingin memiliki hunian ekslusif ala kaum selebrita papan atas dengan usaha yang minim, segera bangun dari mimpi deh! Sebagai bagian dari generasi yang diramalkan tidak bisa memiliki rumah karena kemampuan perencanaan keuangan yang buruk, barangkali saya harus memahami permasalahan ini dari sudut pandang yang utuh. Masalah memiliki rumah bagi generasi milenial tidak hanya berfokus pada pengeluaran konsumtif yang tidak terkendali saja. Hal lain yang harus dipahami adalah generasi ini memiliki banyak pilihan akomodasi tempat tinggal. Milenial disuguhi dengan segala hal yang sangat urban dan modern, mobilitas yang tinggi, tempat kerja yang berpindah-pindah se